Benua Atlantis yang
digambarkan oleh Plato adalah suatu dunia tropis, yang punya banyak hutan,
sungai, dan pohon buah-buahan. Teori Plato menerangkan bahwa kemudian Atlantis
hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus.
Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es
(era Pleistocene). Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara
bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu, maka
tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di
antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Sumeru di Jawa Timur.
Lalu letusan gunung berapi di Sumatera. kemudian letusan yang paling dahsyat
adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan
lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.
Konotasi Atlantis tidak
harus mengacu kepada Samudera Atlantik. Tetapi berdasarkan lingkungan
kesejarahan dan geografis, para ahli akhirnya berkonsentrasi mencari Atlantis
di sekitar Laut Tengah, antara Libia dan Turki yang dikenal sebagai Asia pada
waktu itu. Sebelum seorang Profesor yang bernama Santos berargumen bahwa
Atlantis adalah Sundaland (Indonesia), pendapat yang paling banyak diterima
adalah bahwa negeri itu ada di tengah-tengah Samudera Atlantis sendiri, yaitu
di Kepulauan Azores milik Portugal yang berada 1.500 km sebelah barat pantai
Portugal. Namun tidak ada bukti arkeologis yang mengukuhkan pendapat ini.
Profesor Santos sendiri melakukan penelitian selama 30 tahun tentang peradaban
benua Atlantis, ia menghasilkan buku Atlantis, The Lost Continent Finally
Found, The Definitifve Localization of Plato‘s Lost Civilization (2005).
Jika dibaca dari
sepenggal kisah diatas maka Atlantis adalah merupakan sebuah peradaban yang
sangat memukau. Dengan teknologi dan ilmu pengetahuan pada waktu itu
menjadikannya bangsa yang besar dan sangat makmur. Tetapi apakah itu hanya
sebuah cerita untuk pengantar tidur pada jamannya Plato atau memang Plato
mempunyai bukti-bukti yang kuat dan otentik bahwa atlantis itu benar-benar
pernah ada di bumi ini???
Menurut perhitungan
versi Plato tenggelamnya Atlantis, kurang lebih 11.150 tahun silam. Plato
mengatakan kerajaan Atlantis diceritakan turun-temurun. Sama sekali bukan
rekaannya sendiri. Plato bahkan pergi ke Mesir minta petunjuk biksu dan rahib
terkenal setempat waktu itu. Guru Plato yaitu Socrates ketika membicarakan
tentang kerajaan Atlantis ia juga menekankan bahwa hal itu adalah nyata,
nilainya jauh lebih kuat dibanding kisah yang direkayasa.
Jika semua yang diutarakan Plato memang
benar-benar nyata, maka sejak 12.000 tahun silam, manusia sudah menciptakan
peradaban. Namun di manakah kerajaan Atlantis itu sekarang???
Keajaiban telah banyak
terjadi ketika usaha para ilmuwan dan orang-orang dalam pencarian untuk
membuktikan bahwa Atlantis itu benar-benar ada. Berikut misteri-misteri itu
terangkum :
Di tahun 1968, kepulauan
Bimini di sekitar Samudera Atlantik di gugusan Pulau Bahama, laut tenang dan
bening bagaikan kaca dan tembus pandang hingga ke dasar laut. Di dasar laut
terlihat oleh beberapa penyelam ada sebuah jalan besar membentang tersusun dari
batu raksasa. Sebuah jalan besar yang dibangun dengan menggunakan batu persegi
panjang dan poligon, besar kecilnya batu dan ketebalan tidak sama, namun
penyusunannya sangat rapi. Apakah ini merupakan jalan posnya kerajaan Atlantis?
Tahun 1974, sebuah kapal
peninjau laut Uni Soviet telah membuat 8 lembar foto yang membentuk sebuah
bangunan kuno mahakarya manusia. Apakah ini dibangun oleh orang-orang Atlantis?
Tahun 1985, dua kelasi
Norwegia menemukan sebuah kota kuno di bawah areal laut “segitiga maut”. Pada
foto yang dibuat oleh mereka berdua, ada dataran, jalan
besar vertikal dan
horizontal serta lorong seperti yang dilukiskan oleh Plato. Benarkah itu wujud
peradaban kerajaan Atlantis?
Apapun misteri itu
apapun cerita menyangkut tentang Benua Atlantis tapi sangat jelas mitos
tersebut telah menjadi cerita dunia yang sangat memukau


0 komentar:
Posting Komentar